TELADANI SEMANGAT : Ketua DPRD DIJ DIJ Yoeke Indra Agung Laksana dan Ketua PWI Jogja Sihono HT saat melakukan tabor bunga di makam Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin kemarin (12/2).

  • Teladani Semangat Perjuangan Udin

BANTUL – Pengusutan kasus terbunuhnya wartawan Harian Bernas Fuad Muhammad Syafruddin alias Udin masih penuh tanda tanya. Meski begitu, PWI Cabang Jogja berkomitmen untuk mengawal kasus yang mengambang selama 17 tahun ini hingga tuntas.Di antaranya dengan meminta PWI pusat mengambil alih pengawalan kasus ini. Hal tersebut ditegaskan Ketua PWI Cabang Jogja Sihono HT saat ziarah dan tabur bunga di makam Udin di Dusun Gedongan, Trirenggo, Bantul kemarin (12/2).Selain sejumlah pengurus PWI, turut hadir dalam acara memeringati Hari Pers Nasional ke-68 tersebut. Demikian juga dengan Ketua DPRD Provinsi DIJ Yoeke Indra Agung Laksana dan beberapa anggota keluarga Udin. “PWI pusat telah koordinasi dengan Kapolri untuk mengambil alih penanganan kasus ini,” terangnya.Upaya hukum pengusutan kasus tewasnya Udin ini telah sampai pada tingkat kasasi. Itu setelah gugatan banding praperadilan yang diajukan PWI Cabang Jogja tidak diterima Pengadilan Tinggi Jogjakarta.Sihono juga meminta keluarga Udin diberikan kesabaran dan ketabahan. Tidak hanya itu, pihak keluarga juga diminta tidak lelah memperjuangkan keadilan.”Keluarga jangan khawatir karena teman-teman pers telah mewarisi semangat mas Udin. Mas Udin sudah mengorbankan jiwa raganya demi keadilan. Semangat ini harus kita gelorakan,” pintanya.Selain ke makam Udin, pengurus PWI juga melakukan ziarah ke makam sejumlah tokoh insan pers di Jogjakarta. Antara lain, Kusfandi, M Wonohito, dan Mr Sumanang. “Yang perlu kita teladani adalah semangat dan idealisme mereka,” tegasnya.Ketua DPRD Provinsi DIJ Yoeke Indra Agung Laksana mengatakan, hari pers nasional 2014 patut dijadikan sebagai momentum untuk mentransformasi nilai-nilai insan pers terdahulu, termasuk diantaranya semangat Udin memperjuangkan dan mendobrak ketidakadilan penguasa.”Kami mewakili DPRD provinsi dan masyarakat mengucapkan banyak terimakasih kepada keluarga (Udin). Kami juga mendoakan semoga mendapatkan yang terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa,” ucapnya.Mardimin, 72, paman Udin meminta agar seluruh insan pers mampu mewarisi semangat Udin yang telah ditunjukkan melalui karya tulisnya selama dia masih hidup. Sebab, kekuasaan pemerintahan identik dengan kesewenang-wenangan. “Saya tahu persis anak saya (Udin) pantang mundur dan pantang menyerah,” kenangnya.Tidak hanya itu, Mardimin juga berpesan agar insan pers bersedia mengorbankan jiwa raganya demi memperjuangkan nilai-nilai keadilan.(zam/din)