Becak Motor Geruduk Kantor Gubernur

RADARJOGJA.CO.ID - JOGJA – Masalah transportasi kian menjadi persoalan pelik di DIJ. Belum beres protes awak taksi konvensional terhadap angkutan online, pengemudi becak motor terus meradang. Tak puas nyanggong di kantor DPRD Kota Jogja, kemarin (30/3) ratusan pengemudi becak motor (betor) menggerudug kantor gubernur di Kompleks Kepatihan.

Sadar belum mengantongi izin resmi, mereka meminta perlindungan pemprov agar tetap dapat beroperasi. Termasuk usulan pemasangan stiker (stikerisasi) sebagai penanda keabsahan betor. Tuntutan ekonomi menjadi alasan utama mereka demi mendapatkan legalitas pemerintah.Kendati demikian, Pemprov DIJ tak bisa menjanjikan apa-apa.

Kepala Satpol PP DIJ GBPH Yudhaningrat mengatakan, betor merupakan budaya baru. Karena itu, proses pembentukan legalitasnya tidak bisa dicapai dalam waktu singkat. “Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Bukan hanya soal keamanan. Tapi kenyamanan dan peraturan teknis operasional betor itu sendiri,” tuturnya.

Beberapa hal yang disoroti Yudhaningrat, misalnya mesin kendaraan yang dipakai penggerak betor. “Itu bodong atau tidak, kan harus ditertibkan dan ada izinnya,” lanjut adik Sultan Hamengku Buwono X itu.

Yudhaningrat justru menyarankan betor bermetamorfosis menjadi becak listrik. Itu dengan pertimbangan standarisasi kecepatan. Sebab, dengan motor diesel atau bensin dikhawatirkan pengemudi betor melaju melebihi batas kecepatan. “Kalau pakai mesin RX King malah bisa mabur,” kelakarnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekprov DIJ Gatot Saptadi hanya bisa mengimbau para pengemudi betor mengawal pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) transportasi tradisional yang sedang digodhog Pemkot Jogja.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar