Memberantas Korupsi dengan Jihad
BERITA TERKAIT

JOGJA – Korupsi seolah-olah sudah menjadi budaya bagi bangsa Indonesia. Mulai dari pejabat negara sampai pada pegawai tingkat rendah, sudah menjadi actor korupsi.

Dalam bukunya ‘Jihad Memberantas Korupsi’, karya mantan penasehat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamuha mengatakan, korupsi sudah memasuki semua lini kehidupan masyarakat di Indonesia. ‘’Kalangan intelektual merupakan penyumbang kasus korupsi terbesar di tanah air,’’ katanya pada bedah buku bertajuk ‘Jihad Dalam Memberantas Korupsi’, di ruang siding lantai 4, Gedung Pasca Sarjana Universtas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa (21/3).

Menurut Hehamuha, mereka yang ketika menjadi akademisi berjuang melawan korupsi, namun ketika menjadi pejabat justru melakukan korupsi. ‘’Karena itu, bila selama menjadi mahasiswa menyerukan berantas korupsi, maka sikap itu harus tetap dijaga secara konsisten ketika menjadi pejabat ataupun setelah lepas dari kampus,’’ katanya.

Seminar dan bedah buku ini memberikan kesempatan partisipasi aktif kepada seluruh Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta untuk  turut memberikan kontribusi dalam pemberantasan korupsi.

Kegiatan bedah buku yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi di Indonesia diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai positif yang terdapat dalam buku tersebut. Dari segi akademisi, semoga bisa menambah kualitas lulusan Magister Hubungan Internasional yang tidak hanya kompeten dalam segi akademisi namun juga praktek,” ungkap Ahmad Sahide selaku ketua penanggung jawab acara Bedah Buku.

Lebih jauh, Hehamuha mengatakan, pemberantasan korupsi melalui jihad merupakan salah ssatu solusi, “Karena hanya dengan sikap konsisten dan terus menerus, praktek rasuah ini bisa diberantas”.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar