Ngaku Umrah, Ternyata Jadi TKI Ilegal

RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi pilihan masyarakat. Selain iming-iming gaji yang menggiurkan, juga minimnya peluang kerja di dalam negeri. Bahkan sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal memanfaatkan jalur-jalur resmi seperti magang kerja, beasiswa, umrah, dan haji khusus untuk kemudian bekerja di negara tujuan.

Padahal TKI nonprocedural (ilegal) rentah menjadi korban tindak pidaga perdagangan orang (TPPO). ”Menutup celah itu, harus diantisipasi dengan pengetatan syarat-syarat keimigrasian,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Jogjakarta Didik Heru, kemarin (15/3).

Didik mengungkapkan, selama ini celah TKI illegal masih sangat kuat. Terutama yang lewat jalur resmi tersebut. Itulah mengapa pemerintah pusat segera menggelontorkan regulasi baru.

Didik menjelaskan, TPPO tergolong dalam kejahatan transnational organized crime. Artinya jenis kejahatan ini tergolong kejahatan luar biasa. Sehingga dalam penanganannya juga harus melalui cara yang luar biasa.

”Untuk jalur-jalur ini kan melalui jalur-jalur resmi Keimigrasian. Jadi kami perketat, misal untuk umrah atau haji khusus harus melalui rekomendasi Kanwil Kemenag Kabupaten/Kota. Begitu juga untuk menjadi TKI di luar negeri,” tegasnya.

Dijelaskan, langkah antisipasi diambil pemerintah pusat terkait kasus TKI nonprosedural. Beberapa direktorat jenderal dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementrian Agama (Kemenag) dan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh menerbitkan surat edaran (SE).

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar