Warga Harus Mengungsi

RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Adanya bangunan yang berdiri di wilayah sempadan sungai di kawasan Sungai Code di Terban, Jogja menimbulkan pertanyaan. Legislator di DPRD Kota Jogja mempertanyakan proses perizinan pembangunan ruko dan rumah di sempadan sungai yang dinilai bisa menghambat proses perbaikan talud.

”Kemarin habis cek di sana, memang jadi pertanyaan kok bisa keluar izin membangun bangunan tepat di atas talud,” ujar Ketua Komisi C DPRD Kota Jogja Christiana Agustiani, kemarin (8/3).

Pihaknya juga akan mempertanyakan terkait perizinannya ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Jogja, karena ada bangunan yang berdiri tepat di atas garis sempadan sungai.

Ana, sapaannya, mengatakan, keberadaan bangunan yang berada di wilayah sempadan sungai tersebut bisa menjadi penghambat. Sebab, Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) yang memiliki kewenangan, enggan melakukan perbaikan jika terdapat bangunan ilegal.

Terbukti, longsor yang terjadi setahun sebelumnya belum diperbaiki. Semakin parah dengan longsor susulan pada Senin (6/3) lalu.

”Informasinya BBWSO juga tidak mau memperbaiki jika ada bangunan di sempadan,” ungkapnya.
Politikus Partai Gerindra tersebut menyebut, untuk perbaikan talud yang rusak di Terban, berdasarkan informasi Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Jogja, sepanjang 30 meter butuh anggaran Rp 4 miliar.

1
2
3

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar