Ibu Meninggal, 3 Anaknya Terluka Tabrakan Karambol

RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO– Sekeluarga asal Kota Jogja terlibat kecelakaan karambol di Jalan Jogja-Wates KM 16 kemarin (7/3) dini hari. Tepatnya di wilayah Padukuhan Mongangan, Sentolo, Kulonprogo. Para penumpang Toyota Kijang Inova AB 1585 HH yang dikemudikan Herman Pratmaka, 48, itu terlibat kecelakaan yang melibatkan dua mobil lain. Akibatnya, seorang meninggal dunia dan tiga lainnya luka-luka.

Belakangan diketahui, korban meninggal dunia bernama Paikem, 80, yang tidak lain ibu dari Herman Pratmaka. Korban menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit akibat luka di bagian kepala. Serta pendarahan di hidung dan dahi. Sementara, selain Herman, dua korban luka lainnya adalah Giatmana Sularta, 42, dan Eny Hartinah, 47. “Semua korban luka telah menjalani perawatan rumah sakit. Ketiganya putera Paikem,” ungkap Kasatlantas Polres Kulonprogo AKP Imam Bukhori.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja di sekitar lokasi kejadian, kecelakaan bermula saat mobil Inova yang membawa empat penumpang melaju dari arah Purworejo menuju Jogjakarta. Tepat saat melintas di jalan menikung wilayah Pongangan, posisi mobil yang melaju kencang terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan.

Pada saat bersamaan, muncul mobil boks AB 8480 BU yang dikendarai Kukuh Yudistiya, 32, warga Sleman dari arah berlawanan. Benturan keras dua mobil tersebut tak terhindarkan. Tidak berselang lama, sebuah Isuzu Panther AB 1302 FB yang dikemudikan Arif Munawar, 40, asal Bantul tak cukup jarak pengereman. Sehingga menabrak mobil boks dari belakang. Saking kerasnya benturan membuat mobil boks terpental dan masuk selokan tepi jalan. Kendati demikian, dua sopir mobil boks dan Panther hanya mengalami luka ringan.

Kasatlantas mengaku belum bisa menyimpulkan siapa pihak paling bertanggung jawab atas laka maut itu.
“Masih kami selidiki. Apakah pengemudi Inova mengantuk atau apa. Yang jelas (Inova) sempat melanggar marka yang tergaris tidak putus-putus sehingga masuk jalur berlawanan,” jelas Imam.
Saat ditemui koran ini, Herman masih tampak shock, sehingga belum bisa dimintai keterangan.

Sumijo, salah seorang teman Yudistiya, mengatakan, meski mobil boks terperosok ke selokan, sopir hanya mengalami lecet-lecet. Sedangkan mobil ringsek bagian depan. “Saat itu dia (Yudistiya) bermaksud mengantar barang dari Demakijo, Gamping, Sleman,” katanya. (tom/yog/ong)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar