Longsor Susulan di Terban Masih Mengancam

RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Good will Pemkot Jogja dinanti-nantikan sedikitnya 30 kepala keluarga (KK) warga Terban, Gondokusuman yang menjadi korban longsoran talud bantaran Sungai Code. Bagaimana tidak, hingga kemarin (7/3) talud setinggi 30 meter dan panjang 20 meter yang longsor pada Senin (6/3) pagi belum ditangani. Kejadian longsor tersebut memperlebar talud jebol pada 30 Maret tahun lalu,  yang juga belum diperbaiki pemerintah. Namun hanya ditutupi terpal.

Kini ke-30 KK terpaksa mengungsi sementara di balai RW 01 Terban. Jika tak segera ada perbaikan, warga khawatir luasan longsor semakin lebar lagi.

“Jelas ini harus ditangani segera. Agar warga bisa kembali beraktivitas dengan nyaman,” tutur Imam Hidayat, sekretaris RT 02, Terban.

Kebutuhan utama yang diharapkan adalah bantuan material untuk merehab talud yang jebol. Warga juga butuh bantuan logistik selama berada di pengungsian. Menurutnya, longsor susulan masih terus terjadi. Terutama saat Kota Jogja diguyur hujan deras. Bahkan, sebagian fondasi dan tembok rumah warga mulai retak-retak. “Sebenarnya,  akhir Februari lalu juga sempat longsor sedikit,” timpal Jumadi, warga lainnya.

Talud longsor tidak hanya mengancam rumah warga yang berada di bawah tebing. Kondisi ruko di atas tebing juga menghawatirkan. Total ada lima ruko yang posisinya berada di atas tebing bekas longsor.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Jogja Bambang Seno Baskoro mengaku prihatin dengan kondisi yang menimpa korban talud longsor Code. Dia mengakui, bangunan di atas bantaran sungai termasuk melanggar regulasi. Yakni, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar