Diduga Langgar Kode Etik Aparatur Sipil Nnegara

 

RADARJOGJA.CO.ID - JOGJA – Panitia Pengawas (Panwas) Kota Jogja menyatakan empat aparatur sipil negara (ASN) dan dua tenaga bantu serta tenaga teknis di Pemkot Jogja diduga telah melanggar kode etik ASN dan disiplin PNS. Meski begitu, mereka dinyatakan tidak memenuhi unsur tindak pidana Pemilu oleh Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), sehingga tidak dapat ditingkatkan ke tahap penyidikan.

”Tindakan empat ASN di Pemkot Jogja ini diduga sudah melanggar kode etik ASN dan disiplin PNS, tapi tidak memenuhi unsur tindak pidana Pemilu dalam pembahasan di sentra Gakkumdu,” tandas Komisioner Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwas Kota Jogja Iwan Ferdian saat membacakan rekomendasi Panwas Kota Jogja di depan massa Forum Peduli Demokrasi Indonesia (FPDI), kemarin (6/3).

Iwan menyebut hasil rekomendasi dari Panwas Kota Jogja tersebut juga sudah diserahkan ke pihak-pihak terkait untuk ditindaklanjuti. Empat ASN tersebut adalah Edy Sugiharto, Eko Budi Baskoro, Dwianto Supaham, dan Sigit Aji Purwantoro. Mereka diduga melanggar kode etik sesuai dengan UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan PP nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

”Panwas sudah meneruskan kepada instansi yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku,” ujarnya.

Tindakan empat ASN ini dengan mengenakan kaus atribut paslon nomor dua menunjukkan adanya dugaan pelanggaran pada aturan. ”Dengan mengenakan atribut paslon nomor dua mengindikasikan yang bersangkutan tidak menaati peraturan kedinasan yang telah ditetapkan pejabat berwenang,” jelasnya.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar