5 Peserta Diklat Mapala UII Jalani Pemeriksaan Susulan

RADARJOGJA.CO.ID -  KARANGAYAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar memastikan proses persidangan terhadap dua tersangka dugaan pembunuhan terhadap tiga mahasiswa Mapala UII yang menjalani pendidikan dasar (diksar) Mapala UII bakal digelar di Pengadilan Negeri Karanganyar.

Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar Heru Prasetya saat ditemui wartawan Radar Solo (Jawa Pos Grup) mengungkapkan, proses sidang terkait perkara tersebut nantinya dipastikan di Karanganyar. Lantaran sejak awal penanganannya dilakukan oleh penyidik Polres Karanganyar dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karanganyar. Meski kebanyakan para saksi dan saksi ahli berasal dari Jogjakarta.

”Prosesnya tetap di Karanganyar, meski saksi-saksi itu ada di Jogjakarta. Permintaan untuk dilakukan sidang di sana (Jogja) juga belum ada secara resmi. Makanya nanti persidangan tetap kami lakukan di sini (Karanganyar),” ungkap Heru usai menghadiri kegiatan analisa dan verifikasi terkait dengan kecelakan maut di Kantor Satlantas Polres Karanganyar, kemarin (6/3).
Lebih lanjut, Heru mengatakan, terkait berkas acara pemeriksaan (BAP) dua tersangka, Angga Septiawan, 27, dan Muhammad Wahyudi, 25, sampai saat ini masih dikembalikan ke Polres.
”Masih P19 alias belum lengkap,” terangnya.

Dijelaskan, ada 38 halaman dari 1.500 halaman BAP yang perlu dilengkapi. Waktunya 14 hari untuk perbaikan, sehingga masih bisa dilakukan sampai Kamis pekan depan. ”Setelah itu kami baru melakukan penunjukan terhadap Jaksa (P-16),” jelas Heru.

Terpisah, Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak saat dikonfirmasi mengaku, Senin pagi (6/3) proses pemeriksaan terhadap lima orang saksi kembali digelar oleh tim penyidik. Pemeriksaan dilakukan lantaran mereka sebelumnya tidak hadir dalam proses penyidikan lanjutan yang dilakukan oleh tim penyidik pada Selasa (28/2) dan Rabu (1/3) lalu.

Adapun materi dalam pemeriksaan tersebut, dia menjelaskan, masih seputar dugaan tindak kekerasan yang terjadi selama pelaksanaan diksar Mapala UII.
”Baik dalam kapasitas mereka sebagai saksi melihat, mendengar atau mengalami sendiri tindak kekerasan yang terjadi,” ungkapnya.

Ade mengungkapkan, untuk penguatan terhadap dua tersangka sudah disidik sejak awal, maupun potensi untuk menjerat tersangka baru dalam tindak kekerasan tersebut. ”Semuanya kami pertontonkan dan crosscheck video hasil pemeriksaan labfor,” jelasnya. (rud/ila/ong)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar