Hujan Protes Warnai Rekapitulasi Suara

Seperti sudah diduga sebelumnya, rekapitulasi suara Pilwali Kota Jogja 2017 di tingkat KPU berlangsung alot. Sejak awal dibuka, Antonius Fokki Ardiyanto, saksi utama tim pasangan Imam Priyono dan Achmad Fadli melancarkan serangan dengan mencecar berbagai pertanyaan kepada komisioner KPU. Dia juga memberikan catatan kejadian khusus dan keberatan saksi dalam proses perhitungan suara.

Sidang pleno pun tak berjalan sesuai agenda yang dimulai pukul 10.00. Itu lantaran pemimpin siding disibukkan untuk menjawab berbagai pertanyaan Fokki. Di antaranya terkait proses pemberian undangan untuk para saksi saat rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Ketua KPU Kota Jogja Wawan Budianto dan beberapa panitia pemilihan kecamatan (PPK) segera memberi penjelasan. Namun, hal itu belum membuat Fokki puas. Dia akhirnya memilih menuangkan keberatannya melalui surat tertulis. Itu tak hanya sekali. Hampir dua jam Fokki berulang-ulang mempertanyakan proses penyebaran undangan untuk saksi perhitungan suara. Khususnya di wilayah Mantrijeron, Kotagede, dan Kraton. “Saya ajukan keberatan karena penjelasan tidak tuntas,” ujarnya.

Proses rekapitulasi baru dimulai sekitar pukul 12.00. Diawali dari Mantrijeron. Sebelum perhitungan dimulai, lagi-lagi Fokki mengajukan interupsi. Kali ini dia mempertanyakan formulir C6 /undangan memilih. Fokki meminta data rinci yang ada di KPU. Termasuk data pemilih tambahan (DPTB) dan data pemilih perpindahan (DPTH). “Karena PPS, PPK, dan KPU Kota Jogja tidak memiliki data, saya ajukan surat keberatan lagi,” tegasnya.

Di tengah proses perhitungan Fokki kembali melancarkan protes. Dia mendesak komisioner KPU membuka kotak surat suara tidak sah. Kendati demikian desakan Fokki mentah meski telah diakomodasi oleh pimpinan pleno.

Wawan Budianto meminta persetujuan dari saksi pasangan Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi (HS-HP) dan panitia pengawas pemilu, namun hasilnya nihil karena permintaan Fokki dianggap tak memiliki alasan kuat.

1
2
3
4

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar