Jaksa Yakin Hakim Jatuhkan Vonis Berat Terhadap Pelaku Klitih

RADARJOGJA.CO.ID – BANTUL – Agenda persidangan perkara pembacokan siswa Muhammadiyah 1 (Muhi) Kota Jogja di Pengadilan Negeri (PN) Bantul hampir memasuki babak akhir. Itu setelah hakim menggelar sidang secara marathon sejak Rabu (4/1).

Selasa (5/1) agenda sidang memasuki tahapan pledoi (pembelaan) dari terdakwa. Dilanjutkan replik dan duplik. Kemudian Jum’at (13/1) sidang dijadwalkan pembacaan putusan.

Menyikapi sidang kilat tersebut, Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul Khalid Sardi Hatapayo SH optimistis hakim bakal menjatuhkan vonis berat kepada sepuluh terdakwa. Setidaknya, putusan hakim tak kurang dari dua per tiga tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).

Sebagaimana diketahui, dalam sidang tuntutan Senin (9/1) dua terdakwa, Kev dan Eme dituntut enam tahun penjara. Itu karena Kev berperan sebagai provokator. Sedangkan Eme yang menusuk korban tewas.  “Kalau (vonis) di bawah empat tahun pasti kami banding,” tegas Khalid saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (10/1).

Berbeda dengan Kev dan Eme, satu terdakwa lagi, Pls, dituntut setahun lebih ringan. Menurut Khalid, Pls terbukti melakukan pembacokan hingga korbannya terluka parah. Sementara tujuh terdakwa lainnya, yaitu Rob, Stev, Dwik, Math, Neh, Kel, dan Dmi hanya dituntut empat tahun penjara. Pertimbangannya, mereka hanya turut serta dalam insiden yang terjadi di Jalan Imogiri-Panggang Dusun Lanteng, Selopamioro, Imogiri Senin 12 Desember 2016.

Dikatakan, dari keterangan para saksi di persidangan terungkap ketujuh terdakwa tersebut hanya berperan mengendarai sepeda motor. Sementara pembacok membonceng.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar