Bantuan Belum Sempat Diberikan, Dialihkan untuk Kakaknya

Penggalangan dana untuk Bilqis Humaira selama ini, tak sempat diberikan kepada bocah malang penyandang kelainan labio palato itu. Pasalnya, perempuan kecil itu telah dipanggil Yang Maha Kuasa hari Minggu (19/2) lalu.

Bilqis Humaira puteri pasangan Wahid Widodo dan Siti Maonah, warga Dusun Candigelo, Ngadipuro, Dukun, Kabupaten Magelang itu menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Muntilan pukul 22:30 WIB.

Ketua koordinasi penggalangan dana Alzwar mengatakan, sejak pemberitaan Bilqis ini ramai di media massa, banyak relawan dan donatur yang membantu untuk operasi serta perbaikan gizi untuk Bilqis. Bilqis lahir tanpa memiliki langit-langit atas (mulut) dan bibir sumbing.

“Dana yang terkumpul cukup banyak. Tapi karena Bilqis telah tiada, kawan-kawan masih membahas nantinya bantuan itu tetap akan diberikan, tetapi untuk operasi kakaknya, Istiqomah, yang juga mengalami kelainan sama,” katanya.

Keluarga Bilqis sendiri bisa dikatakan hidup dengan ekonomi pas-pasan.  Widodo, ayah Bilqis, kesehariannya sebagai buruh tani, sedangkan Siti Maonah, ibunya, hanya berjualan warung kecil. Mereka sempat berjuang mengumpulkan uang untuk mengoperasi Bilqis dan Istiqomah.

Kepala Desa Ngadipuro Prasetya Wibowo membenarkan kondisi Bilqis dan kakaknya itu mengundang banyak simpati masyarakat untuk membantunya. Tapi, takdir berkata lain. “Ternyata Tuhan lebih sayang kepada Bilqis. Ia meninggal dunia hari Minggu kemarin,” katanya.

Suasana di rumah duka sendiri kemarin tampak ramai. Para pelayat, termasuk para wartawan,  berdatangan ke Dusun Candi Gelo. Widodo dan Siti Maonah terlihat sedih atas kepergian anaknya. (laz/ong)

 

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar