Pelaku Teror Bom Sakit Hati, Dicap PKI

RADARJOGJA.CO.ID-Dari pemeriksaan awal Polres Magelang, muncul pengakuan terduga pelaku teror mirip bom di Komplek Pasar Tegalrejo karena sakit hati. HZ, 45 tahun warga Dusun Krajan Desa Tegalrejo tidak terima dengan pernyataan salah satu pengurus pondok pesantren (Ponpes) yang berada di lingkungannya. Apalagi pria yang juga menjabat Ketua RT tersebut sempat dicap PKI, hanya gara-gara menjadi anggota PDI Perjuangan.

“Masyarakat harus tetap tenang. Jangan main hakim sendiri. Serahkan kepada polisi untuk menuntaskannya. Jangan terprovokasi dengan laporan awal yang menyebutkan terduga pelaku teror mirip bom sakit hati karena dicap PKI. Semua harus jelas dulu,” kata Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Magelang, A Permana.

Seperti diketahui, berdasarkan laporan polisi yang menyebar diberbagai media sosial, menyebutkan motif teror bom adalah pelaku sakit hati. HZ merasa pengorbanannya diabaikan oleh salah satu pengurus ponpes di wilayah tersebut. Sehingga akhirnya dia memilih untuk pindah partai.

“Polisi harus segera menuntaskan kasus ini agar masyarakat tidak resah dengan beredarnya motif terduga pelaku teror mirip bom di media sosial. Saya meyakini hal tersebut tidak 100 persen benar. Ada hal-hal yang masih perlu diklarifikasi dan didalami. Itu tugas polisi,” tegas mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang tersebut.

Seperti diketahui, polisi telah menangkap terduga pelaku teror menyerupai bom di depan Apotek Perintis Farma, Jalan Pahlawan 83, Tegalrejo, Kabupaten Magelang pada 27 Desember 2016. Tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Magelang AKP Ignatius Rendi melakukan penangkapan Rabu (4/1) sekitar pukul 11.00 di Dusun Gentan, Purwosari, Kecamatan Tegalrejo. Sayangnya polisi masih menyimpan rapat detail penangkapan.

”Ya benar memang ada penangkapan tersebut. Besok (siang ini) kami ekspose perkara ini,” kata Kapolres AKBP Hindarsono dihubungi tadi malam.

1
2

BERITA LAINNYA
Tulis Komentar