Ketagihan Daging Empuk Sate Kambing Mbah Margo

BAGI perantau asal Jogjakarta dan sekitarnya, tentu tidak akan pernah lupa dengan Sate Mbah Margo di Boto Wetan, Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan. Di sana bisa menikmati sate yang sebenarnya.Bagi yang belum pernah men-coba, tidak perlu gusar membayang-kan sate kambing dengan daging yang keras dan alot. Karena sate Mbah Margo hanya menyajikan sate dengan daging yang empuk, gurih dengan racikan bumbu  rempah yang pas dan khas.

Ya, warung ini juga sangat mudah dicari. Bahkan, jika sudah sampai di wilayah Nanggulan, setiap warga yang ditanya pasti bisa menunjukkan lokasinya. Warung sekaligus kediaman Margo Utomo alias Mbah Margo ini memang sederhana. Terbagi menjadi dua ruangan dengan set meja ala ka-darnya. Namun, soal rasa jangan ditanya. Dijamin istimewa.

Daging Kambing segar sangaja digantung di dapur depan, mem-buat siapa saja yang melihat dan mencium aroma bakaran daging kambing ramuan bumbu rahasia itu segera menelan ludah. Per-paduan serat daging yang empuk, gurih, terangsum hebat dengan rempah yang terukur. Cita rasa sate Mbah Margo me-mang tidak pernah berubah ken-dati sudah bertahan sejak 50 tahun silam.

Adalah Paulina Suparni, 55, putri ketiga dari lima ber saudara buah hati Mbah Margo. ”Sate kami mulai dikenal luas tahun 1980. Kami anak-anaknya ini termasuk generasi pertama sate Mbah Margo yang tinggal menikmati kejayaan bapak,”  katanya.Bagi pemudik dari arah Jogja bisa masuk melalui Godean, lurus sampai Perempatan Kenteng  tinggal belok ke utara sekitar 100 meter. Harga satu porsi Rp 25 ribu lengkap dengan nasi dan minuman. (tom/din/ila/0ng)


BERITA LAINNYA
Tulis Komentar